Natural Skincare from Sensatia

IMG_0610

Di awal tahun 2017 ini, aku nyobain produk skin care lokal. Sebagai beauty-freak, aku emang terobsesi punya kulit wajah yang bersih dan kinclong. Ga pernah takut untuk nyoba-nyobain produk perawatan, apalagi kalo membaca kata “natural”. Aku cuma baca beberapa review di website kecantikan, dan memutuskan untuk mencoba produk Sensatia ^o^

IMG_0614

Pertengahan hingga akhir tahun lalu, aku bepergian ke beberapa daerah tropis yang menyebabkan kulit wajah break out. Kulitku menjadi gosong, dan ketika udah recovery, tetep masih kusam. Jerawatan, bruntusan, you name it. Awalnya aku coba atasi dengan masker kefir. Tapi karena aku anaknya sangat amat tidak telaten, akhirnya aku berhenti setelah 2-3 bulan. Dan mencari pengganti masker kefir dengan sesuatu yang praktis. Pas banget di Sensatia ada scrub untuk mengatasi jerawat. Pemakaian hampir sebulan, mukaku mulai normal kembali. Jerawat mulai pudar, dan ga beranak lagi ^o^ . Petunjuk pemakaian sih cuma menganjurkan 1-2x per minggu. Tapi karena aku lagi sutris banget ma kondisi wajah, aku pake tiap hari! (jangan ditiru ya, girls).

IMG_0611

Nah, aku juga sekalian beli serum. Udah lama pengen beli serum karena aku ga pake serum di rangkaian skincare aku selama ini. Dan, reviewnya si facial c-serum nya Sensatia oke banget di website-website kecantikan. Penasaran! Dan wanginya ternyata enaaak banget. Ada kandungan argan, manggis dan rose hip. Pokoknya wanginya ga wangi yang kenceng nusuk tapi calming dan soothing banget. Belum kerasa efek apa-apa sih, tapi kulitku juga ga bruntusan atau jerawatan pake ini.

IMG_0612

Di bulan kedua pemakaian scrub dan serum Sensatia, ada temenku yang tinggal di Bali, si Yasmine, lagi mau ke Jakarta. Dan kebetulan beberapa hari sebelum ke Jakarta, dia sempet ke store Sensatia yang di Nusa Dua. Jadilah aku nitip facial cleanser-nya karena sabun cuci mukaku hampir habis. Mumpung bisa menghemat ongkir dari Bali hehe. Thank you, Mine! ❤

Botolnya gede (220ml), teksturnya itu tidak terlalu encer, tapi juga tidak terlalu creamy. Wanginya jugaaa menenangkan banget. Jadi bikin aku rajin cuci muka haha. Busanya ga terlalu banyak, which is fine for me. So far ampe sekarang aku tidak mengalami masalah dengan kulit wajahku.

IMG_0613

Bulan Maret ini, toner Thayers-ku akhirnya meregangkan nyawanya. Gede banget bok botolnya, ga abis-abis shayy.. Finally entek juga, dan aku bisa beli toner baru! Aku memutuskan nyobain sandalwood dream facial toner-nya Sensatia. Kali ini aku beli dari Sephora, karena mereka ada promo free ongkir (untuk minimal pembelian sejumlah tertentu). Lagi-lagi wanginya enaaak banget tiap abis cuci muka pasti semangat banget langsung pake toner karena pengen ciuum baunya hehe. So far, gada masalah, but I kind of wished Sensatia would pack their toner into a pump bottle instead of spray bottle. Karena aku terus terang lebih suka pake toner dengan kapas, diusap-usap ke muka, ketimbang semprot langsung ke muka dan harus tepuk-tepuk (atau mungkin nunggu kering sendiri). But other than that, I can’t complain much about this product.

Pros dari produk Sensatia:

  • harganyaa murah meriah, sesuai deh ma dompet anak rantau. average pricenya 100ribuan. me super like :))
  • local product! i love supporting local businesses.
  • pure and natural.
  • super nice smell!! *semangat*
  • produknya tidak susah didapatkan. agak gemesh ga sih kalo produk suka unavailable karena high demand atau karena emang producernya cuma produksi dalam jumlah sedikit?

 

So, after trying 4 types of their product since January, I highly recommend this brand. You can head over to Sensatia’s website , or you can also get them at Sephora.

In a polite society, a well maintained skincare routine is one of life’s great successes – Violet Grey.

Til later, xoxo.

sayurbox.com

img_0095

Di tahun 2017 ini, aku lagi seneng-senengnya bikin smoothie. Karena pas libur Natal dan Tahun Baru kemarin, mama dateng trus aku nitip blender. Juga sesuai resolusi aku di 2017 ini, healthier lifestyle.

Otomatis aku jadi lebih sering mampir di bagian sayur dan buah kalo ke supermarket. Cuma seringkali suka susah ketemu sayur yang seger, apalagi yang organic/pesticide free. Nah, sebenernya udah lama denger si sayurbox ini. Akhirnya hari Kamis kemarin aku nyobain deh!

Jadi sayurbox ini seminggu 2x harvest kalo ga salah, hari Rabu dan Sabtu. Dan pemesanannya paling lambat 2 hari sebelum hari harvest. Aku pesen dan bayar di hari Kamis, kemudian delivery-nya hari Sabtu sore sekitar jam 4 sudah diterima. Nah kebetulan pas terima, aku lagi ga ada (naracap cuy), jadi aku ga tau pengiriman menggunakan apa.

Anyways, baru tadi pagi aku sempet ngoprek isinya. Senang karena sayurbox menggunakan kemasan paperbag untuk muatin orderan aku (jiwa eco-friendly nya keluar). Aku kemarin pesen:

  1. pisang 500 gram (idr 20k), dapetnya 4pcs
  2. green spinach 240 gram (idr 19k), mayan banyak dapetnya bisa bikin smoothie mungkin 5 porsi
  3. strawberry 250 gram (idr 65k), dapet sekotak kecil
  4. yellow sweet potato 500 gram (idr 22k), dapetnya 2pcs
  5. ginger 200 gram (idr 8k), dapetnya banyak haha bingung mau diapain soalnya cuma buat bikin teh

 

img_0096

I am so friggin happy with my purchase! :))) Semuanya seger banget dan bersih, juga ada yang dikemas pake kertas instead of plastic kecuali bayem sama stoberi (aku maklum kok).

Cumaaa, kayanya hari Rabu itu cuma untuk pengiriman area Banten. So I guess I’ll have to stick to Saturday delivery. Oh iya, pengirimannya gratis juga loh! Cuma aku lupa apakah harus ada minimum amount of purchase. Kemarin aku bayar idr 120k, which I think is worth it!

One more thing, sayurbox itu kerja sama dengan petani lokal. Jadi dengan kita belanja di sayurbox, kita juga membantu bapak dan ibu petani lokal tersayang ❤

 

“Self care, self love.
Self esteem, self confidence”
Lailah Gifty Akita

 

Sekian dulu, mau siap-siap nonton babang Glenn Fredly dan kangmas Ne-Yo *seruput teh jahe*. Sampe ketemu di next post, xoxo.

 

ecoBali Net Bag Set

1

Aku bisa dibilang “anak baru” kalau dalam dunia eco-friendly. Baru beberapa minggu belakangan serasa disentil untuk menjadi lebih sadar mengenai dampak hal-hal kecil yang menjadi kebiasaan “kurang ramah lingkungan”.

 

Langkah pertama aku adalah menggunakan reusable shopping bag. Jadi kalau kemana-mana, pasti reusable shopping bag ini aku lipet dan aku masukin ke tas aku. Menolak kantong plastik ketika belanja di supermarket dan toko, menurut aku ini paling mudah sih bagi yang ingin mulai hidup dengan tujuan untuk tidak menciptakan kerusakan lingkungan.

 

Nah, setelah pakai reusable shopping bag, mulai deh otak terusik dengan kantong plastik yang disediakan supermarket terutama di bagian sayur dan buah. Udah ga asing dong nimbang-nimbang pas beli telur, atau buah? Nah, jadi kalau di luar negriiii, temen-temen yang hidupnya zero-waste gitu, mereka biasa menggunakan yang namanya “produce bags”. Ini bentuknya kayak pouch jaring-jaring. Mulai deh cari di online shop, ga nemu. Lihat di amazon, ada. Tapi ga ship ke Indonesia *kwang kwang*.

 

Udah mulai putus harapan, terus diketemukan sama toko di Bali yang namanya ecoBali. Sebenarnya ketemu websitenya dan mereka tidak hanya jualan produk eco-friendly tapi mereka melakukan banyak campaign dan program eco-friendly, so cool!

 

2

3

Jadilah ini penampakan net bag set dari si ecoBali. Satu set dapetnya 5 macem dengan ukuran sbb:

  • XS size (the white cover bag = 11 x 16 cm)
  • S size (23 x 23 cm)
  • M size (23 x 30 cm)
  • L size (28 x 35 cm)
  • shopping bag size (35 x 50 cm)

 

I am so happy when these bags arrived! I can now buy my fruits and eggs without feeling guilty, hehe.

You guys can get yours too from ecoBali, they do not have these bags on their web but you can contact them by email.

“Be the change that you wish to see in the world.”

Mahatma Gandhi

 

Thank you for stopping by, lovelies. Til the next post, xoxo.

I Decided to Start a Blog!

Hi manteman!

 

Akhirnya bikin blog juga. Padahal juga ga jago-jago banget ngerangkai kata xixi. Tapi yang memotivasi untuk memulai blogging adalah keinginan sharing mengenai kepedulian tentang lingkungan hidup.

Sudah beberapa minggu, aku kemana-mana pasti selalu bawa tas belanja sendiri (kalau dulu suka lupa dan akhirnya memakai plastik dari grocery store). Sekarang, aku sebisa mungkin ga minta plastik jika membeli sesuatu.

Jadi awalnya itu aku iseng nonton video random di youtube. Dan ketemu satu channel tentang “zero-waste”. Si pemilik channel tersebut menunjukkan sampah yang dia hasilkan selama 3 (ya, tiga) tahun cuma sebanyak satu toples selai sedang. Bingung ga gimana caranya? Jadi dia itu bikin produk rumah tangga sendiri, seperti odol, sabun, shampo, pelembab dll. Dia juga belanja di toko yang menjual produk dalam bentuk curah.

Sebenarnya kalau mau diikutin sih di Indonesia agak susah ya. Tapi setidaknya aku melakukan sesuatu. I wanna be the change. I want to inspire people (ahzek).

Sejauh ini, sudah menemukan sedotan bambu dan tas produce (untuk pengganti plastik ketika beli buah/sayur di supermarket) di toko online. Yang belum ketemu adalah sikat gigi bambu (ada sih dijual di website tapi pengiriman dari Amrik dan agak mehong jadinya, belom sanggup xixi). Semoga nemu distributor sikat gigi bambu suatu saat nanti, amiiin.

Kalian tau ga sih kalau plastik kresek gitu butuh waktu 20 sampai 1000 tahun untuk membusuk? Belum lagi produk plastik lainnya seperti kemasan produk rumah tangga (odol, sabun mandi cair, shampo, lotion, detergent dan banyak lagi). Ga kebayang kan nanti bumi ini gimana pas udah jaman cucu dan cicit kita?

Yuk mulai peduli sama lingkungan kita. Cintai bumi, karena ini tempat kita tinggal.

 

Sekian dulu, much love from mighty bunny!

 

XOXO.